Home>Better Health>Ortopedi>

Penanganan Terkini Problem Frozen Shoulder

Better Health

Penanganan Terkini Problem Frozen Shoulder

frozen shoulder

Frozen shoulder atau adhesive capsulitis adalah kondisi yang menyebabkan kekakuan dan nyeri pada bahu, yang dapat membatasi pergerakan secara signifikan. Kondisi ini sering berkembang secara perlahan dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga beberapa tahun. Penanganan terkini frozen shoulder bertujuan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, dan mempercepat pemulihan fungsi bahu.

Penyebab dan faktor risiko frozen shoulder

Frozen shoulder terjadi ketika kapsul sendi bahu mengalami peradangan dan penebalan, menyebabkan jaringan parut yang membatasi pergerakan sendi. Beberapa faktor risiko meliputi:

  • Diabetes mellitus
  • Cedera atau operasi bahu sebelumnya
  • Parkinson
  • Penyakit jantung
  • Penyakit tiroid (hipotiroidisme atau hipertiroidisme)
  • Imobilisasi bahu dalam waktu lama
  • Usia di atas 40 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita

Tahapan frozen shoulder

Frozen shoulder berkembang dalam tiga tahap:

  1. Tahap nyeri (Freezing Stage): Bahu mulai terasa nyeri dan pergerakan menjadi terbatas.
  2. Tahap kaku (Frozen Stage): Nyeri berkurang, tetapi kekakuan meningkat sehingga pergerakan sangat terbatas.
  3. Tahap pemulihan (Thawing Stage): Rentang gerak mulai membaik secara perlahan.

Penanganan terkini untuk frozen shoulder

Berbagai metode terapi telah dikembangkan untuk mengatasi frozen shoulder dengan lebih efektif, termasuk pendekatan medis, fisioterapi, dan intervensi minimal invasif.

1. Terapi fisik dan latihan peregangan

  • Latihan peregangan bertahap membantu meningkatkan fleksibilitas sendi bahu.
  • Teknik terapi seperti metode Codman (pendulum exercises) dan passive stretching efektif dalam memulihkan rentang gerak.
  • Fisioterapi dengan pendekatan manual dapat membantu mengurangi kekakuan dan meningkatkan sirkulasi darah di area bahu.

2. Penggunaan obat-obatan

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproksen untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Kortikosteroid injeksi pada sendi bahu untuk meredakan nyeri dan peradangan lebih cepat.
  • Obat penghilang rasa sakit lainnya, seperti acetaminophen atau gabapentin, dapat digunakan dalam beberapa kasus tertentu.

3. Terapi lanjutan

  • Ultrasound therapy membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi peradangan.
  • Terapi panas dan dingin untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fleksibilitas otot di sekitar sendi bahu.
  • Elektrostimulasi (TENS) yang membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat pemulihan jaringan.

4. Manipulasi sendi

  • Hydrodilatation, prosedur injeksi larutan salin steril yang bertujuan untuk melebarkan kapsul sendi dan meningkatkan mobilitas.
  • Manipulasi bahu di bawah anestesi, prosedur ini menggunakan bius total, sehingga pasien tidak merasakan nyeri selama tindakan berlangsung. Dokter menggerakkan bahu secara paksa untuk memecah adhesi di dalam kapsul sendi dan melonggarkan jaringan yang tegang.

5. Bedah

Jika metode non-bedah tidak memberikan hasil yang memadai, intervensi bedah dapat menjadi pilihan, seperti:

  • Arthroscopic capsular release, yaitu prosedur bedah minimal invasif untuk menghilangkan jaringan yang menghambat pergerakan sendi bahu.
  • Manipulasi bahu dengan anestesi, yang dilakukan untuk meningkatkan jangkauan gerak dengan mengurangi jaringan parut.

Pencegahan frozen shoulder

  • Latihan bahu secara rutin, terutama setelah cedera atau operasi.
  • Menghindari posisi bahu diam pada  dalam waktu lama.
  • Kontrol penyakit penyerta seperti diabetes dan gangguan tiroid.

Peran Nutrisi dalam Pemulihan

  • Makanan kaya kolagen seperti ikan dan kaldu tulang untuk membantu kesehatan sendi.
  • Asupan vitamin D dan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.
  • Omega-3 dari ikan dan kacang-kacangan untuk mengurangi peradangan.

Penanganan frozen shoulder memerlukan pendekatan bertahap dan komprehensif. Metode terapi fisik, obat-obatan, injeksi, serta intervensi minimal invasif telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala dan meningkatkan fungsi bahu. Jika mengalami gejala frozen shoulder, segera konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis untuk mendapatkan penanganan yang tepat guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Ingin tahu lebih lanjut seputar penanganan terkini frozen shoulder? Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT (K) Sport , spesialis tulang dan cedera olahraga di Eka Hospital. Dengan pengalaman yang banyak, beliau memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah berbagai masalah otot dan tulang, salah satunya adalah frozen shoulder. Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • Mayoclinic, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/frozen-shoulder/symptoms-causes/syc-20372684

    Diakses pada 10 March 2025

  • Clevelandclinic, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/frozen-shoulder-adhesive-capsulitis#management-and-treatment

    Diakses pada 10 March 2025

  • NHS UK, http://www.nhs.uk/conditions/frozen-shoulder/

    Diakses pada 10 March 2025

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2025 Eka Hospital - All Rights Reserved