close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Terapi Trombolitik Pada Stroke Infark (Sumbatan)

Serangan stroke kini telah menjadi hal yang umum terjadi, walaupun hal tersebut tidaklah kita inginkan. Salah satu penyebab stroke adalah apabila terjadi penyumbatan pada pembuluh darah otak. Tahukan Anda, apa dan bagaimana penanganan terbaik jika serangan stroke akibat penyumbatan tersebut terjadi?

Stroke merupakan penyakit akibat gangguan aliran darah otak yang terjadi secara mendadak (akut) yang dapat disebabkan oleh sumbatan (infark) atau oleh pecahnya pembuluh darah otak (bleeding). Sumbatan pembuluh darah otak dapat bersumber dari pembuluh darah itu sendiri melalui mekanisme pembentukan gumpalan darah (trombotik), atau berasal dari gumpalan darah yang dihasilkan dari pembuluh darah besar lainnya, serta dapat pula terjadi akibat gumpalan darah yang berasal dari jantung (Emboli).

Permasalahan utama yang timbul akibat stroke adalah kematian jaringan otak akibat terhentinya suplai darah yang membawa oksigen dan nutrisi. Hingga saat ini stroke masih merupakan salah satu dari tiga penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Namun yang lebih menyedihkan lagi, hingga saat ini stroke juga masih merupakan penyebab kecacatan (disability) utama pada penderita usia dewasa bahkan pada usia produktif.

Terinspirasi oleh keberhasilan terapi trombolitik pada penyakit sumbatan pembuluh darah jantung, sejak tahun 1996 di Amerika telah disetujui pemberian terapi trombolitik yang bertujuan untuk menghancurkan gumpalan/ sumbatan pada pembuluh darah otak dengan obat golongan ‘Recombinant Tissue Plasminogen Activator (rt-PA)’. Hingga saat ini obat golongan rt-PA yang sudah disetujui oleh Food Drug Association (FDA) hanya Alteplase. Sudah ada beberapa obat lainnya yang masih dalam tahap penelitian, namun pemakaiannya secara luas belum disetujui.

Hasil dari banyak penelitian membuktikan bahwa terapi trombolitik melalui infus (intravena) memberikan hasil yang cukup memuaskan, yaitu lebih dari 30% pasien mengalami perbaikan kondisi yang cukup signifikan. Sayangnya, terapi ini memiliki cukup banyak keterbatasan, terutama dari sisi waktu (time window). Perlu diingat bahwa waktu terbaik pemberian trombolitik terapi secara intravena/perinfus adalah kurang dari 3 jam, terhitung sejak awal onset/ kejadian stroke. Beberapa waktu terakhir ini, sudah banyak rumah sakit/ pusat kesehatan yang mengijinkan pemberian trombolitik terapi pada penderita yang mengalami serangan stroke lebih dari 3 jam, namun masih kurang dari 4,5 jam dari onset/ kejadian pada kasus tertentu.

Selain masalah waktu, beberapa kriteria tidak dapat diberikannya terapi trombolitik antara lain:

  • Stroke yang diakibatkan pendarahan otak (intra serebral maupun subarachnoid)
  • Riwayat stroke pendarahan intra serebral sebelumnya
  • Adanya neoplasma (tumor ganas) intrakranial
  • Adanya aneurisma atau arteri-venous mal formasi pembuluh darah
  • Kejang pada saat onset stroke
  • Riwayat stroke atau trauma kepala yang serius dalam 3 bulan terakhir
  • Operasi/pembedahan atau trauma yang cukup serius dalam 2 minggu terakhir
  • Kadar trombosit dalam darah kurang dari 100.000 atau ada gangguan darah lainnya
  • Kadar gula darah kurang dari 50mg/dL (2,7 mmol/L) atau lebih dari 400 mg/dL (22mmol/L)
  • Tekanan darah sistolik > 185 mmHg dan Diastolik >105  mmHg, meskipun sudah diberikan terapi anti hipertensi yang agresif
  • Terbukti hamil
  • Dll

Pemberian terapi trombolitik dapat menimbulkan beberapa komplikasi, mulai dari yang ringan hingga yang cukup serius, bahkan ada juga yang berakibat fatal. Komplikasi terbanyak adalah terjadinya pendarahan intrakranial, dengan risiko pendarahan lebih banyak terjadi pada penderita berusia di atas 77 tahun yang mungkin diakibatkan oleh lebih luasnya kerusakan otak yang terjadi.

Hasil yang baik dalam 24 jam pertama setelah pemberian terapi trombolitik menunjukkan kemungkinan terjadinya perbaikan dalam 3 bulan berikutnya.

Dari hasil pantauan pasien dalam tiga bulan setelah pemberian terapi trombolitik diperoleh hasil:

  • Sekitar 30% pasien mengalami perbaikan saraf menjadi normal atau hampir normal
  • 30% pasien masih dengan gejala sisa stroke yang ringan sampai sedang
  • 20% pasien masih dengan gejala sisa sedang sampai berat
  • 20% pasien meninggal

Pantauan kecacatan fungsional pada pasien dalam tiga bulan setelah pemberian trombolitik terapi adalah sebagai berikut:

  • Sekitar 50% pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hasi sepenuhnya secara mandiri
  • 15% pasien masih membutuhkan bantuan dalam kadar sedang untuk aktivitas sehari-hari
  • 15% pasien masih bergantung secara total untuk melakukan aktivitas sehari-hari

Karena hasil pemberian trombolitik cukup memuaskan, maka sangat dianjurkan bagi setiap keluarga untuk lebih waspada terhadap gejala awal stroke, yaitu FAST (Face, Arm, Speech and Time), yaitu:

  • Face: wajah mencong ke satu sisi (mulut merot/ mencong)
  • Arm: adanya kelemahan atau kesemutan/ rasa tebal pada satu sisi tubuh
  • Speech: bicara jadi pelo/ rero atau tidak bisa mengeluarkan suara
  • Time: waktu sangat berharga, jadi segeralah membawa penderita ke rumah sakit yang memiliki kemampuan menangani stroke secara menyeluruh atau rumah sakit yang merupakan pusat rujukan stroke

Eka Hospital merupakan salah satu rumah sakit terdepan yang sangat peduli dan senantiasa mengembangkan diri dalam penanganan stroke secara menyeluruh dan terpadu. Eka Hospital memiliki alat deteksi dini stroke, berupa mesin imaging yaitu Computer Tomography Scanning dan Magnetic Resonance Imaging. Selain itu juga tersedia pemeriksaan laboratorium yang cepat dan akurat. Eka Hospital juga memiliki ruang Stroke Unit, berupa ruangan khusus bagi pasien stroke pada fase akut untuk pemantauan selama 24 jam terus-menerus.

Dokter Terkait

dr. Tondi Maspian Tjili, Sp.BS, M.Kes

Bedah Saraf

hospital EKA Hospital Pekanbaru

dr. Lydia Adhani Dwi Putri, Sp.S

Saraf

hospital EKA Hospital Pekanbaru

dr. Stephanus Gunawan, Sp.BS

Bedah Saraf

hospital EKA Hospital Pekanbaru

Informasi Terkait

Dr. Stephanus Gunawan, Sp.BS

Cari Tahu Stroke dan Pencegahannya

Epilepsi: Pertolongan Pertama dan Penanganannya

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo