close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Epilepsi: Pertolongan Pertama Dan Penanganannya

Di antara beberapa penyakit yang menjadi momok bagi banyak orang, epilepsi adalah salah satunya. Epliepsi memiliki banyak konsekuensi dari segi sosio-ekonomi, antara lain timbulnya rasa malu dalam pergaulan, hilangnya izin mengemudi, kesulitan melakukan pekerjaan dan sebagainya. Selain itu, epilepsi dapat terjadi pada siapa saja di seluruh dunia tanpa batasan usia, gender, RAS sosial dan ekonomi.

Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Pada umumnya, epilepsi ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Terjadi kejang atau bangkitan berulang, 2 bangkitan atau lebih dan lebih dari 1 episode (kejadian)
  • Kejang terjadi tanpa faktor provokasi atau penyakit otak akut
  • Kejang sering terjadi mendadak tanpa dapat diperkirakan sebelumnya

Manifestasi kejang epilepsi berupa pandangan kosong, kaku otot, pergerakan tidak terkontrol, penurunan kesadaran, perasaan ganjil atau kejang seluruh badan. Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kejang, antara lain:

  • Kelalaian meminum obat
  • Kurang tidur
  • Makan tidak tepat waktu
  • Stres, kegembiraan dan kesedihan berlebih
  • Siklus menstruasi atau perubahan kondisi hormonal
  • Sakit atau demam
  • Mengonsumsi obat di luar obat untuk epilepsinya
  • Mengonsumsi alkohol dan narkoba

Pertolongan Pertama Pada Kejang

Jangan panik apabila menemukan seseorang di sekitar Anda mengalami kejang. Berikut ini adalah pertolongan pertama yang harus dilakukan bila seseorang di dekat Anda mengalami kejang.

  • Jangan takut, jangan panik, utamakan keselamatan dan bertindak tenang. Pindahkan barang-barang berbahaya yang ada di dekat pasien. Jangan pindahkan pasien kecuali berada dalam bahaya. Longgarkan kerah kemeja atau ikat pinggang agar memudahkan pernafasan.
  • Jangan masukkan apapun ke mulut pasien, atau benda keras di antara gigi karena benda tersebut dapat melukai pasien.
  • Bila pasien muntah atau mengeluarkan banyak liur, miringkan kepala pasien ke salah satu sisi.
  • Observasi kondisi kejang. Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, waktu saat kejang mulai dan berakhir, serta lamanya kejang.
  • Tetap di samping pasien sampai keadaan pasien pulih sepenuhnya. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka pasien dapat dikatakan telah pulih. Namun bila pasien mengalami sakit kepala, terlihat kosong atau mengantuk, biarkan pasien melanjutkan istirahatnya. Jangan mencoba memberi stimulasi pada pasien jika keadaan pasien belum sepenuhnya sadar. Biarkan pasien kembali pulih dengan tenang.
  • Obat supositoria (obat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan melalui lubang/ celah pada tubuh, umumnya melalui rectum/ anus) dapat diberikan untuk menghentikan kejang.

Segera cari pertolongan medis/ rumah sakit bila:

  • Kejang berlangsung selama 2-3 menit
  • Kejang yang diikuti kejang berikutnya tanpa ada fase sadar diantaranya
  • Pasien terluka saat kejang

Diagnosa Epilepsi
Diagnosa epilepsi ditegakkan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh dari anamnesa/ riwayat medis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnostik. Pada sebagian besar kasus, anamnesa dilakukan terhadap orang di sekitar pasien (keluarga, teman kerja, dll), karena pasien epilepsi sering tidak dapat mengingat kejang yang mereka alami.

Untuk pemeriksaan penunjang, dokter akan menggunakan Electroencephalogram (EEG), pemeriksaan radiologi berupa Computed Tomography (CT Scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Selain itu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan jenis dan dosis obat yang nantinya akan diberikan kepada pasien.

Dokter Terkait

dr. Lydia Adhani Dwi Putri, Sp.S

Saraf

hospital EKA Hospital Pekanbaru

dr. Reki Setiawan, Sp.BS

Bedah Saraf

hospital EKA Hospital Bekasi

dr. Junior Panda Indrawan, Sp.BS

Bedah Saraf

hospital EKA Hospital Bekasi & EKA Hospital Cibubur

Informasi Terkait

Jangan Sepelekan Nyeri Kepala!

Terapi Epilepsi Bertujuan untuk Tercapainya Kualitas Hidup Optimal

Dr. Stephanus Gunawan, Sp.BS

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo