close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Dr. Simon Salim, Sp.PD - KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA

Dr. Simon Salim, Sp.PD - KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA

Dr. Simon Salim, Sp.PD - KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Kardiovaskular. Dengan gelar Sp.PD-KKV, beliau menangani penyakit jantung dan pembuluh darah pada orang dewasa.

Beragam penyakit yang bisa ditangani dr. Simon Salin antara lain: Gagal jantung, penyakit jantung koroner, serangan jantung, gangguan irama jantung atau aritmia, lemah jantung (kardiomiopati), syok kardiogenik, penyakit katup jantung dan penyakit arteri perifer.

Dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah, dr. Simon Salim memiliki keahlian dalam pemasangan ring jantung (stent) dan alat pacu jantung permanen.

Latar Belakang Pendidikan

Dr. Simon Salim, Sp.PD - KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus melanjutkan pendidikan spesialis penyakit dalam di sana. Berikut ini deretan pendidikan, pelatihan hingga pengalaman kerja dr. Simon Sali baik di dalam maupun luar negeri:

Education / Post Graduate Training

College/University:

  • Bachelor of Medicine, 1997-2001, Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran, Indonesia
  • Master of Medicine on Physiology and Sport Medicine, 2002-2004, Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran, Indonesia

Medical School:

  • Medical Doctor, 2001-2004, Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran, Indonesia
  • Residency : Internist, 2004-2010, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Indonesia
  • Fellowship : Cardiovascular Sub Specialist, 2011-2015, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Indonesia
  • Catheter Ablation for Arrhythmia, 2017-2018, Taipei Veterans General Hospital, Taiwan

Other Course:

  • Diploma of Electrophysiology, Cardiac Electrophysiology Institute of Australia (CEPIA)
  • CRT-D Implant Workshop - Institute Jantung Negara, Malaysia
  • International Training on SVT Ablation - Bach Mai Hospital, Vietnam
  • Basic Life Support (BLS) Instructor Training by American Heart Association
  • Advanced Cardiac Life Support (ACLS) Instructor Training by American Heart Association

Work Experience

  • Chief Editor, www.kardioipdrscm.com (website of Cardiology division, Department of Internal Medicine - Cipto Mangunkusumo National General Hospital, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta); Editing medical articles and answering layman questions. (2015-2017)
  • Editors for Indonesian Society of Internal Medicine white book on Clinical Practice Guidelines.
  • Reviewer for some journals (International Journal Pediatric Dentistry, Acta Medica Indonesiana, Green Medical Journal) (2010-now)
  • Reviewer of Abstracts for Annual Scientific Meeting of Indonesian Society of Internal Medicine. (2010-now)
  • Reviewer of Abstracts for Annual Scientific Meeting: Holistic Approaches in Cardiovascular Diseases. (2010-now)
  • Volunteering in Abstracts Review for Annual Meeting of American College of Physicians. (2015-now)

Untuk prakteknya, Dr. Simon Salim, Sp.PD - KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA berada di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang. Jadi kalau Anda butuh pengobatan dengan alat pacu jantung yang sudah berpengalaman dan keahlian seperti yang sudah disebut di atas, bisa buat janji dengan dr. Simon Salim melalui layanan WhatsApp Eka Hospital 0-8888-90-5555

Informasi Terkait:

Ring Jantung (Stent)

Ring jantung atau stent  dipasang untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang telah menyempit atau tersumbat pada bagian jantung penderita jantung koroner. Mereka bisanya mengalami gejala nyeri dada seperti ditekan beban berat atau diremas yang dapat menjalar sampai punggung, lengan dan rahang. Terkadang disertai dengan keringat dingin, mual, muntah dan pingsan. Manfaat pemasangan ring jantung yakni mengembalikan fungsi pembuluh darah koroner untuk mengalirkan darah ke otot jantung.

Ring jantung sendiri bentuknya tabung kecil yang tersusun dari kawat-kawat terbuat dari logam. Panjang ring jantung pada umumnya sekitar 10-40 mm dengan diameter 2-4,5 mm. Hanya saja setiap pasien akan mendapatkan ukuran ring jantung yang berbeda-beda sesuai ukuran pembuluh darah koroner.

Pemasangan ring jantung sifatnya permanen dan akan melekat di jantung pasien. Dokter akan melapisi ring jantung dengan obat khusus untuk mencegah terjadinya penyumbatan kembali.

Alat Pacu Jantung

Alat pacu jantung (pacemaker) adalah alat kecil untuk membantu mengendalikan denyut jantung. Biasanya akan dipasang dibawah kulit dada lewat prosedur operasi. Pacemaker bisa mengirimkan sinyal listrik yang dapat membantu jantung berdenyut teratur dan tidak lambat.

Pemasangan alat pacu jantung bisa menyelamatkan nyawa penderita aritmia jenis bradikardia (denyut lambat), sindrom takikardia (denyut terlalu cepat) - bradikardia, dan blok jantung (tersumbatnya aliran listrik yang menyuplai jantung).

Dr. Simon Salim biasa menangani penyakit jantung dengan operasi pemasangan alat pacu jantung permanen. Alat ini akan membantu penderita memacu jantung saat jantung berdetak tidak teratur dan lebih lambat dari yang seharusnya.

Seiring perkembangan teknologi, alat pacu jantung permanen tanpa kabel. Ukurannya semakin kecil dan ringkas sehingga dapat dipasang dalam jantung tanpa harus melalui kompleksitas kabel ditanam dalam tubuh. Ini dinilai memberikan kemudahan dan kenyamanan pasien karena tak lagi mengenakan kabel dalam pembuluh darahnya.

Dr. Simon Salim juga berpengalaman menangani rehabilitasi post operasi jantung. Seperti diketahui, rehabilitasi jantung merupakan program baik opname atau rawat jalan bagi pasien yang baru pulih dari penyakit jantung. Perawatan ini mencakup edukasi hingga aktivitas fisik yang dirancang tim medis demi kesehatan pasien lebih baik.

Ada tiga fase yang akan dijalani pasien selama rehabilitasi post operasi jantung, antara lain:

1. Inpatient phase (Fase I)

Pasien di rawat di rumah sakit untuk menghindari pasien dari efek penyakit, efek tindakan medis, efek tirah baring, dan mengupayakan dini agar pasien bisa pulang ke rumah dengan segera dan menjalani perawatan mandiri.

2. Intervention phase (Fase II atau rawat jalan)

Pada fase ini pasien diperiksa selama 1 - 3 bulan setelah mendapatkan perawatan medis untuk penyakit jantung. Tujuannya untuk mengembalikan ke kondisi fisik, mental dan sosial pasien.

3. Maintenance phase (Fase III)

Dokter akan membantu pasien membuat program latihan kebugaran di rumah, pengobatan dan konsultasi lanjutan setiap 6 sampai 12 bulan.

 

Dokter Terkait

dr. Taofan, Sp.JP (K), FIHA, FICA, FAsCC, FSCAI

Kardiologi Intervensi

hospital EKA Hospital Cibubur

dr. Dedy Lizal, Sp.JP

Jantung & Pembuluh Darah

hospital EKA Hospital Bekasi

dr. Ika Komar Dhanudibroto, Sp.JP (K)

Kardiologi Intervensi

hospital EKA Hospital Bekasi

Informasi Terkait

Dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP (K), FIHA

Tindakan CRT untuk Aritmia Jantung di Eka Hospital

Dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP (K), FIHA

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo