close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Tindakan CRT Untuk Aritmia Jantung Di Eka Hospital

Oleh  Dr. Simon Salim. Sp.PD - KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA

Jika Anda menggunakan alat CRT, dokter Anda akan menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Pastikan Anda memahami instruksi dari dokter. Pemakaian alat CRT tetap harus diiringi dengan konsumsi obat-obatan untuk gagal jantung.

Diskusikan dengan dokter Anda mengenai obat-obatan yang Anda butuhkan, serta modifikasi gaya hidup sehat yang perlu Anda lakukan.

Berikut Prosedur Pemasangan CRT

A. Persiapan

Setiap fasilitas kesehatan dapat memiliki tahap persiapan yang berbeda-beda. Yang dapat Anda alami selama masa persiapan adalah :

  1. Anda dapat diminta untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu
  2. Beberapa tindakan pemeriksaan, seperti cek darah, ekokardiografi, dan foto dada mungkin diperlukan
  3. Anda akan diminta mencuci bagian tubuh dibawah leher dengan sabun khusus
  4. Anda akan diminta puasa minimal 6-8 jam sebelum tindakan

B. Proses Tindakan

Pemasangan CRT akan dilakukan oleh seorang dokter ahli di bagian elektrofisiologi beserta sebuah tim perawat dan teknisi yang telah terlatih dalam melakukan prosedur tersebut. Prosedur ini akan dilakukan di ruang khusus (cath lab) dan memakan waktu sekitar 2-4 jam.

  1. Biasanya, Anda akan terjaga selama tindakan pemasangan CRT berlangsung, kecuali dokter merasa perlu membuat Anda tertidur.
  2. Pemasangan infus untuk memasukkan obat-obatan dan cairan
  3. Bagian dada Anda akan dibersihkan dan diberi suntikan bius lokal. Pada saat ini Anda mungkin akan merasakan sedikit sensasi nyeri karena tusukan jarum suntik.
  4. Satu atau lebih kabel khusus (kateter) dengan elektroda dimasukkan ke jantung melalui sayatan di pembuluh darah bagian dada atas (biasanya di sisi yang berlawanan dari sisi dominan Anda). Saat kateter dimasukkan, biasanya pasien tidak merasakan sensasi apapun. Dokter dapat menggunakan x-ray (fluoroskop) untuk menuntun penempatan ujung kateter di jantung.
  5. Dokter akan membuat sayatan kecil (± 5cm) di dada untuk memasukkan generator dan memasangnya di bawah kulit tepat dibawah tulang selangka.
  6. Setelah generator dipasang, maka dokter akan menghubungkan kateter yang telah dipasang ke jantung tadi dengan generator.
  7. Dokter akan memantau fungsi CRT lewat monitor, termasuk memeriksa baterai pada generator.
  8. Setelah CRT dipastikan dapat berfungsi dengan baik, dokter akan menjahit sayatan di kulit, dan menutupnya dengan perban.
  9. Rontgen dada dilakukan setelah prosedur untuk memastikan elektroda berada di posisi yang tepat tidak terjadi perlukaan pada paru-paru selama prosedur.
  10. Prosedur pemasangan alat CRT ini dapat memakan waktu 30-90 menit atau lebih, tergantung dari situasi dan kondisi yang terjadi saat prosedur pemasangan.

Tindakan CRT

C. Setelah Tindakan

  1. Bekas tusukan akan dipantau untuk melihat tanda-tanda perdarahan. Biasanya anda perlu berbaring selama beberapa jam agar risiko perdarahan berkurang.
  2. Anda dapat dipulangkan setelah masa observasi selesai atau pada keesokan harinya apabila tidak timbul masalah atau komplikasi
  3. Rasa tidak nyaman pada bekas tusukan dapat masih terasa hingga 1-2 minggu, meskipun sudah dapat beraktivitas seperti biasa. Kebanyakan orang sudah dapat beraktivitas sehari-hari dengan normal beberapa hari setelah operasi.
  4. Hindari aktivitas yang terlalu berat atau mengangkat beban berat selama sekitar 1 bulan.

Komplikasi Prosedur Pemasangan Alat CRT

Pemasangan alat CRT telah diakui sebagai prosedur yang relatif aman dengan tingkat komplikasi yang rendah, dan telah banyak dilakukan pada pasien-pasien lanjut usia atau pasien risiko tinggi lainnya. Namun, komplikasi yang dapat terjadi akibat pemasangan alat ini tetap perlu diwaspadai.

Beberapa komplikasi jangka pendek (akut) yang paling umum dilaporkan adalah pergeseran elektroda (2.9%-10.6%), perdarahan pada lokasi operasi (2.4%), infeksi, dan pneumotoraks (0.9%-1.2%). Beberapa komplikasi lain yang dapat terjadi meskipun sangat jarang adalah cedera pada jantung dan pembuluh darah besar, serta cedera pada syaraf.

Terkadang, tubuh pasien dapat mengeluarkan reaksi alergi akibat obat bius atau kontras yang digunakan saat proses pemasangan alat. Karena itu biasanya sebelum tindakan dilakukan, pasien akan ditanya atau di tes reaksi alergi terhadap obat bius atau kontras tersebut.

Komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi adalah infeksi pada alat CRT, yang menyebabkan alat harus dilepas seluruhnya dan diganti dengan alat CRT baru, serta gangguan fungsi generator dan elektroda, yang risikonya semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu pemakaian.

Komplikasi jangka panjang lebih sering terjadi pada pemasangan CRT-D dibandingkan CRT-P (11.4% vs 8.9%), terutama risiko infeksi. Karena itu, pemasangan CRT dan tipenya harus melalui pertimbangan dan diskusi mendalam antara Anda dengan dokter dengan melihat perbandingan manfaat dan risiko yang ada.

Ditinjau Oleh

dr. Simon Salim, Sp.PD-KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA

Last Update : 22 Juli 2022

Ditinjau Oleh

dr. Simon Salim, Sp.PD-KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA

Last Update : 22 Juli 2022

Dokter Terkait

dr. Dedy Lizal, Sp.JP

Jantung & Pembuluh Darah

hospital EKA Hospital Bekasi

Informasi Terkait

Pentingnya Cardiac Imaging Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Primary PCI

11 Ciri-ciri Penyakit Jantung yang Harus Anda Waspadai

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo