close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Di Hari Peringatan Diabetes Nasional, Eka Hospital Menyuarakan Kampanye Melawan Obesitas

800 juta orang di seluruh dunia mengalami kondisi obesitas, sebuah fakta mencengangkan yang dilaporkan oleh World Obesity Federation. Peringati hari diabetes dan mengusung tema tahun ini “World Obesity Day” Prof. DR. Sidartawan Soegondo, dr.,Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Chairman of Diabetes Connection Care Eka Hospital Group, menjelaskan bahwa obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak berlebih atau abnormal yang memiliki risiko terhadap kesehatan.

“Biasanya diukur menggunakan indeks massa tubuh (body mass index/BMI), namun bisa juga diukur dengan menggunakan metode tambahan seperti rasio pinggang dengan tinggi badan, yang kemudian melengkapi indeks massa tubuh tadi sehingga lebih akurat,” ungkapnya.

Obesitas dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor antara lain, kondisi biologis, kesehatan mental, risiko genetik, kondisi lingkungan, akses terhadap fasilitas kesehatan dan konsumsi berlebihan terhadap ultra-processed food.

Ultra-processed food adalah jenis makanan yang ditambahkan dengan kandungan yang berlebihan dari bahan-bahan seperti gula, garam, lemak pewarna buatan atau pengawet. Makanan yang masuk ke dalam katefori ini contohnya adalah frozen food, fast food, soft drink, salty snacks, cookies, dan sebagainya. Kondisi makanan sebagian masyarakat Indonesia saat ini cenderung tinggi kalori dan karbohidrat,” terang Prof. Sidartawan.

Pengidap obesitas, memiliki risiko lebih besar terkena pentakit kronis seperti hipertensi, kolesterol, penyakit kardiovaskular, stroke, hingga penyakit mematikan lainnya. Di era pandemi ini, obesitas menjadi salah satu hal yang dapat mengakibatkan komplikasi COVID-19. “Saya rasa pasien dengan gejala diabetes tidak perlu khawatir dalam mendapatkan pengobatannya. Karena seperti yang kita tahu bahwa DCC merupakan sistem one stop service, dokter multidisplin akan berkolaborasi untuk menangani pasien. Intinya semakin cepat ditangani, akan mudah bagi tim dokter untuk melakukan analisa,” Prof. Sidartawan menambahkan.

                    

Obesitas oleh sebagian besar orang selalu identik dengan berat badan, padahal menurut Prof. Sidartawan, menangani obesitas adalah meningkatkan kondisi kesehatan secara keseluruhan. “Betul berat badan itu salah satu faktor obesitas, namun ada juga orang dengan indeks massa tubuh yang tinggi namun tampak berat badannya sehat atau normal. Maka dari itu kita juga tidak boleh hanya fokus menurunkan berat badan, mengatur diet makan, bahkan hanya berolahraga saja. Perlu diperhatikan pula faktor-faktor lainnya yang berdampak kepada obesitas,” paparnya.

Berada terus dalam rumah di masa pandemi yang berujung malas bergerak ataupun berolahraga tak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Sayangnya, kasus obesitas pada anak di seluruh dunia bertambah hampir dua kali lipat setiap 10 tahun. Anak-anak yang obesitas akan bertambah 60% selama satu dekade ke depan, mencapai 250 juta anak pada tahun 2030. Diet dan penggunaan gadget yang tidak berlebihan menjadi faktor krusial dalam pencegahan obesitas terhadap anak-anak.

“Menurut saya, peran orang tua sangat besar dalam melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi indeks massa tubuh anaknya, yang jadi masalah bila lalai tak hanya risiko penyakit namun bullying kerap mengintai. Jika memang kondisi berat badan anak berlebih segera temui ahli untuk konsultasi perawatan,” pungkas Prof. Sidartawan.

Beliau juga menambahkan bahwa Eka Hospital dengan layanan DCC tidak hanya melulu menyoroti kasus pada orang tua atau dewasa. Bahkan pasien dengan obesitas dapat melakukan pemeriksaan layanan paket obesitas untuk pemeriksaan laboratorium, konsultasi dengan dokter umum dan dokter spesialis gizi, tentunya yang dipantau oleh dokter tim Diabetes Connection Care.

Dokter Terkait

dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD

Penyakit Dalam

hospital EKA Hospital Cibubur

dr. Felix Firyanto Widjaja, Sp.PD

Penyakit Dalam

hospital EKA Hospital Cibubur

dr. Saiful Anam, Sp.PD, M.Sc, FINASIM

Penyakit Dalam

hospital EKA Hospital Pekanbaru

Informasi Terkait

Mengenal Diabetes Connection Care Eka Hospital: Pusat Diabetes Terintegrasi Pertama di Indonesia

Peran Keluarga Terhadap Penyandang Diabetes

6 cara Merawat Luka Diabetes agar Cepat Kering

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo