close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Tumor Spinal

Kasus tumor spinal yang jumlahnya kira kira 15% dari total tumor sistem saraf pusat dengan rasio perbandingan cranial : spinal pada kasus astrocytoma adalah 10: 1 dan kasus ependimoma adalah 3-20: 1. Tumor spinal lebih banyak merupakan tumor jinak, dengan gejala klinis yang sering terjadi adalah nyeri akibat kompresi tumor terhadap  jaringan saraf.

Tumor spinal ada yang tumbuh dan berkembang pada spinal cord maupun jaringan sekitarnya, atau tumbuh dan berkembang didalam tulang belakang (vertebra). Berdasarkan lokasinya, tumor spinal dapat dibagi menjadi 3, yaitu tumor spinal yang berada di ekstradural (55%), intradura-ekstramedular (40%) yang berasal dari leptomeningen serta root, serta intramedular (5%) yang  menginvasi dan merusak tractus dan substansia grisea.

Tumor spinal baik ganas maupun jinak dapat mengacam jiwa dan mengakibatkan ketidakmampuan (disability) yang permanen. Saat ini cara pengobatan tumor spinal sudah sangat berkembang sehingga memberikan banyak harapan dibandingkan dengan era sebelumnya.

Gejala Klinis

Biasanya penderita sering datang dengan gejala nyeri, perasaan baal yang tidak jelas, atau bahkan sudah dalam keadaan lumpuh. Gejala klinis yang muncul tergantung pada lokasi tumor,  jenis tumor, dan kesehatan tubuh penderita. Tumor pada spinal cord (intramedular) biasanya menimbulkan gejala yang cepat dirasakan oleh penderita karena efek kompresi saraf. Tumor di luar spinal cord (ektramedular) memerlukan sedikit waktu untuk bertumbuh besar hingga merusak saraf dan menimbulkan gejala yang khas. Adapun tumor yang telah menyebar ke spinal dari tempat lain atau yang disebut tumor metastase (tumor sekunder), pertumbuhannya terjadi dengan sangat cepat, sedangkan tumor primer biasanya pertumbuhannya lebih lambat, dapat berbulan sampai bertahun. Selain itu gejala lain yang dapat muncul adalah:

  • Sensasi yang abnormal, hilang sensasi terutama pada tungkai, lutut, maupun pada pergelangan kaki, dapat juga disertai dengan nyeri tajam, dan bisa bertambah buruk
  • Nyeri bagian belakang tubuh, biasanya sakit tidak hilang dengan pengobatan dan bertambah buruk jika berbaring, batuk, bersin, serta dapat menjalar ke semua persarafan pada ektremitas.
  • Sensasi dingin pada ujung-ujung perifer tubuh
  • Inkontinensia urin (loss of bladder function)
  • Spasme otot atau kontraksi abnormal
  • Kelemahan otot/kelumpuhan, menyebabkan pasien bisa terjatuh, sulit berjalan, dan dapat bertambah buruk.

Diagnosa

Diperlukan inisial assessment yang baik dengan mendapatkan natural history dan pemeriksaan fisik yang baik. Beberapa informasi yang harus didapatkan:

  • Usia
  • Riwayat kanker
  • Kehilangan berat badan yang tidak jelas
  • Rasa sakit, apakah lokal, radikular, apakah nyeri tetap ada atau bertambah saat istirahat, bertambah dengan valsava manuver, apakah nyeri pada malam hari
  • Rasa baal dan kelemahan otot yang menetap
  • Apakah ada gejala cauda equinq syndrome, gangguan fungsi berkemih, saddle anasthesia, Kelemahan atau nyeri kaki unilateral atau bilateral

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis untuk melihat apakah ada perubahan anatomis, baik berupa benjolan pada area belakang tubuh, hilang, atau berubahnya kelengkungan tubuh yang normal (scoliosis, kyphosis, torticolis). Kemudian ditentukan juga apakah gejala yang timbul disebabkan lesi UMN (upper motor neuron) atau LMN (lower motor neuron). Pemeriksaan lainnya adalah pemeriksaan kekuatan motorik, kualitas sensorik, dan pemeriksaan reflek fisiologis maupun patologis, juga pemeriksaan apakah terdapat perubahan bentuk. Selain itu dilakukan juga pemeriksaan penunjang lainnya, seperti MRI, CT scan, dan Myelography

Treatment

1. Monitoring

Terkadang tumor terdiagnosa sebelum menimbulkan gejala klinis atau ketika sedang mengevaluasi penyakit yang lain. Untuk tumor yang masih kecil, tidak ganas, tidak membesar, dan menekan jaringan sekitar, pengamatan serta observasi merupakan satu pilihan terapi yang diperlukan terutama pada pasien usia lanjut dan memiliki resiko lebih berat yang menyebabkan kerugian lebih besar. Biasanya akan dilakukan serial scanning untuk memonitor pertumbuhan tumor tersebut.

2. Pembedahan

Pembedahan adalah salah satu cara atau modalitas yang dapat dilakukan untuk mereseksi tumor, biasanya dengan disertai intra oprative monitoring sepanjang prosedur pembedahan untuk menilai fungsi-fungsi saraf yang normal sehingga dapat menghindari kerusakan seminimal mungkin.

Walaupun perkembangan pangobatan tumor telah banyak mengalami kemajuan dan tidak semua tumor dapat diangkat seluruhnya, tindakan pembedahan untuk reseksi tumor masih menjadi option yang terbaik terutama untuk intramedular dan intradura-ekstramedular tumor.

Informasi Terkait

Vaksin HPV, Pentingkah?

Mengenal Bedah Onkologi untuk Menangani Kanker

Macam-Macam Kanker yang Menyerang Tubuh, Mulai dari Kepala Hingga Darah

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo