close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Tindakan Kateter Ablasi Solusi Bagi Pengidap Aritmia

Dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP (K), FIHA, FAsCC

Oleh: Dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP (K), FIHA, FAsCC

Penanganan penyakit gangguan irama pada jantung atau dalam istilah medis disebut aritmia, umumnya tidak membutuhkan pengobatan. Terlebih jika gejalanya ringan, serta frekuensi kejadiannya amat jarang, dan tidak memiliki faktor risiko apa pun. Gangguan irama jantung yang terjadi bisa saja lebih lambat (bradiaritmia), lebih cepat (takiaritmia), atau tidak beraturan (irregular) namun minimnya pengetahuan tentang aritmia serta ketakutan pasca vonis adanya gangguan irama jantung justru membuat stress meningkat dan memperburuk keadaan, padahal dengan penanganan yang tepat yakni dengan terapi kateter ablasi penderita gangguan irama pada jantung dapat disembuhkan.

Ada beberapa keluhan yang dituturkan dan dialami oleh penderita aritmia seperti jantung yang berdebar lebih cepat (palpitasi) disaat tidak melakukan aktivitas berat bahkan disaat istirahat atau tidur yang berdampak pada rasa tidak nyaman serta rasa sesak ketika frekuensi detak jantung sangat lama. Menurut Dokter Yansen, biasanya keawaman pengetahuan penderita aritmia kemudian berinisiatif untuk mengambil tindakan dengan memeriksa menggunakan alat oximeter dan hasilnya detak jantungnya yang semula 70 langsung turun drastis di 40 atau sangat cepat bahkan sampai lebih dari 200, walaupun setelahnya stabil kembali. 

Aritmia Jantung

Jika dilihat dari kasus bergejala, terdapat pula penderita aritmia yang tidak mengalami gejala apapun, beberapa penderita aritmia mengaku bahwa mengetahui adanya kelainan saat melakukan kegiatan Medical Check Up (MCU). Walau tak bergejala, apabila tidak diberikan penanganan akan menimbulkan efek jangka panjang untuk jantung dan adanya kemungkinan dapat menimbulkan pingsan berulang bahkan risiko kematian mendadak.

Dokter Yansen menuturkan bahwa, dengan penanganan khusus yang dilakukan bagi penderita aritmia dengan gejala berkali-kali dan berisiko menimbulkan komplikasi, penderita aritmia dapat berhasil sembuh total dan menjalani kehidupan normal dengan pengobatan dan perawatan yang tepat. 

“Penderita dengan penyakit aritmia gejala berat disarankan untuk mendapatkan pertolongan terapi kateter ablasi. Prosedur ablasi bahkan dapat menyembuhkan beberapa jenis aritmia hingga sepenuhnya. Dengan terapi kateter ablasi ini keuntungannya bisa menyembuhkan secara sempurna dan kalau berhasil tindakannya tidak perlu minum obat lagi. Penderita aritmia mengungkapkan satu hari pasca tindakan terapi ablasi detak jantung telah kembali normal dan tidak ada gangguan lagi,” ungkap Dokter yang berpraktik di Eka Hospital BSD ini.

Dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, Konsultan Kardiologi Intervensi dan Aritmia yang aktif memberikan edukasi tentang aritmia juga menegaskan bahwa lebih dari 80% penderita aritmia bisa disembuhkan secara sempurna dengan terapi kateter ablasi.

“Kateter ablasi itu seperti kita mencari kelainan di listrik jantungnya, kemudian kita perbaiki konsletnya supaya gangguan iramanya itu tidak muncul lagi. Adanya kelainan aritmia itu seperti adanya punya dua kabel, normalnya hanya punya satu kabel. Akibatnya ketika terjadi konslet re-entry dia bisa berputar makanya bisa berdebar-debar, denyutnya bisa sampai 180 bisa sampai 200 kali permenit.  Nah, solusinya kabel tambahannya itu kita cari kemudian kita lakukan ablasi  atau kita putus supaya tidak muncul lagi,” ujar Dokter Yansen.

Dokter Yansen menambahkan, aritmia tidak menyebabkan kematian jantung langsung atau kematian mendadak namun dalam jangka panjang sangat berbahaya pasalnya jenis aritmia seperti Supraventricular Tachycardia (SVT) atau gangguan irama jantung menjadi lebih cepat dapat menyebabkan pingsan secara tiba-tiba, dan kejadian ini bisa muncul tiba-tiba dalam waktu yang sangat tidak menentu sehingga bisa mengganggu aktifitas dan menyebabkan kekhawatiran yang berlebih saat hendak melakukan perjalanan atau aktifitas olah raga. Tidak jarang pasien merasa sangat cemas dan menjadi sangat khawatir dengan kondisi penyakitnya. 

Penyakit aritmia dapat menyerang manusia tanpa mengenal usia. Sebagian besar penderita aritmia merupakan kelainan bawaan namun bukan penyakit keturunan. Namun aritmia juga dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa kondisi pemicu khusus, seperti akibat dari aktivitas fisik seperti olahraga atau stres emosional. Dalam kejadian ini gejala aritmia ini dapat disembuhkan secara otomatis dengan mengistirahatkan tubuh atau melakukan manuver tertentu  sampai detak jantung kembali normal.

Ditinjau Oleh

dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA

Last Update : 29 September 2022

Ditinjau Oleh

dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA

Last Update : 29 September 2022

Dokter Terkait

dr. Markz Roland Mulia Pargomgom Sinurat, Sp.JP, FIHA

Jantung & Pembuluh Darah

hospital EKA Hospital Cibubur

dr. Taofan, Sp.JP (K), FIHA, FICA, FAsCC, FSCAI

Kardiologi Intervensi

hospital EKA Hospital Cibubur

dr. Haryadi, Sp.JP (K) FIHA

Kardiologi Intervensi

hospital EKA Hospital Pekanbaru

Informasi Terkait

dr. Ika Komar Dhanudibroto, Sp.JP (K)

Gangguan Irama Jantung (Aritmia) Pada Kehamilan, Bukan Tanpa Solusi!

Donor Darah kurangi Risiko Penyakit Jantung Koroner

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo