close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Gluten Free Bagi Penderita Penyakit Celiac

Oleh: dr. Virly Nanda Muzellina, Sp.PD-KGEH

Konsumsi makanan Gluten free (bebas gluten) belakangan ini menjadi lifestyle banyak orang bagi mereka yang diet hingga konsumsi makanan sehat. Penerapan lifestyle gluten free bagi orang normal dianggap memiliki dampak positif kesehatan yang bisa dirasakan setiap orang, seperti untuk meningkatkan kesehatan hingga meningkatkan energi.

Apa itu Gluten?

Gluten merupakan jenis protein yang dapat ditemukan di gandum, jelai (barley), dan gandum hitam serta di berbagai makanan lain, terutama yang sudah melalui proses, seperti pizza, roti, dan kue sebagai zat pengental atau untuk memberi tekstur dan rasa.

Fungsinya sebagai lem yang membantu menyatukan makanan sehingga bentuknya tetap terjaga. Gluten baik bagi tubuh karena tinggi protein, vitamin B, magnesium dan zat besi serta mengandung sedikit kalsium. Walaupun tidak memberikan efek negatif bagi tubuh, tak sedikit pula terdapat beberapa kelompok orang yang bermasalah akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten. 

Siapa Yang Perlu Mengkonsumsi Makanan Gluten free?

Makanan yang bebas dari kandungan gluten atau gluten free sebenarnya lebih ditujukan kepada mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit celiac, yakni gangguan autoimun di mana tubuh mengenali gluten sebagai zat yang berbahaya. Sistem imun akan menyerang gluten beserta lapisan usus, sehingga bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi di usus.

Gluten Free

Salah satu gejalanya adalah adanya masalah gastrointestinal seperti diare kronis, konstipasi, pembengkakkan perut, muntah, berkurangnya nafsu makan, sakit perut, refluks asam lambung, kembung, intoleransi laktosa, tinja berbau busuk dan penurunan berat badan. Hal ini terjadi karena penyakit celiac dapat mencegah tubuh seseorang untuk mendapatkan nutrisi yang cukup, meskipun telah mengonsumsi banyak makanan.

Penderita celiac berisiko mengalami gangguan yang lebih parah karena malabsorpsi vitamin dan mineral serta dapat memengaruhi seluruh sistem tubuh. 

Sebagai langkah pencegahan mengkonsumsi makanan gluten free merupakan langkah dapat dilakukan bagi penderita celiac. konsumsi sayuran seperti jagung, bayam, kentang serta kacang kedelai dan daging segar, ayam, ikan, atau produk susu aman di konsumsi bagi penderita celiac.

Namun apabila sedang kambuh satu-satunya cara untuk mengobati penyakit celiac adalah dengan benar-benar menghindari gluten atau makanan hasil olahan gluten. Setelah menghindari gluten, gejala akan langsung membaik karena tonjolan kecil seperti jari pada dinding usus halus (vili usus) dapat mulai bekerja dengan baik dalam penyerapan nutrisi.

Orang dengan penyakit celiac juga bisa mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral tambahan seperti suplemen zat besi, kalsium, zinc, vitamin D dan magnesium. Penyakit celiac tidak dapat sembuh tetapi dapat di kontrol dan mencegah timbulnya gejala dengan menghindari produk yang mengandung gluten.

Setelah menghindari produk gluten, akan terjadi penyembuhan villi usus. Penyembuhan vili usus pada penderita celiac ini memerlukan waktu yang cukup lama, pada anak-anak saja vili akan sembuh dalam waktu 3 - 6 bulan sedangkan pada orang dewasa, proses penyembuhan biasanya lebih lama bahkan bisa sampai tahunan.

Saat seseorang sudah terdiagnosis penyakit celiac, dokter akan mengajukan beberapa pemeriksaan tambahan untuk mengetahui risiko terjadinya komplikasi. Diperlukannya penanganan yang itensif dari dokter penyakit dalam yang berpengalaman agar dapat mendapat penanganan yang tepat dan komperehensif. Pusat unggulan Digestive Intervention & Endoscopy Centre (DIVINE) milik Eka Hospital dapat menjadi tujuan bagi yang memerlukan penanganan masalah pada organ dalam Anda.

Ditinjau Oleh

dr. Virly Nanda Muzellina, Sp.PD-KGEH

Last Update : 7 Desember 2022

  • 1. Jones AL. The Gluten-Free Diet: Fad or Necessity?. Diabetes Spectr. 2017;30(2):118-123. doi:10.2337/ds16-0022
    Diakses pada 1 November 2022
  • 2. Niland B, Cash BD. Health Benefits and Adverse Effects of a Gluten-Free Diet in Non-Celiac Disease Patients. Gastroenterol Hepatol (N Y). 2018 Feb;14(2):82-91. PMID: 29606920; PMCID: PMC5866307.
    Diakses pada 1 November 2022
  • Staudacher, H., & Gibson, P. (2015). How healthy is a gluten-free British Journal of Nutrition, 114(10), 1539-1541. doi:10.1017/S000711451500330X
    Diakses pada 1 November 2022
  • NHS https://www.nhs.uk/conditions/coeliac-disease/treatment/
    Diakses pada 1 November 2022
  • Harvard 5. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/gluten/
    Diakses pada 1 November 2022
  • Hopkins Medicine https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/celiac-disease
    Diakses pada 1 November 2022

Ditinjau Oleh

dr. Virly Nanda Muzellina, Sp.PD-KGEH

Last Update : 7 Desember 2022
close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo