close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Artikel Kesehatan

Mengenal Penyebab Autoimun Dan Gejala Yang Muncul

Autoimun sangat erat kaitannya dengan sistem kekebalan manusia. Gangguan autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh manusia menyerang sel tubuh yang sehat, alih-alih melindunginya. Penyebab autoimun bisa muncul karena banyak faktor, mulai dari keturunan hingga gaya hidup yang tidak sehat. Gangguan ini pun bisa terjadi sangat panjang bahkan bisa sampai seumur hidup.

Mengenal Gangguan Autoimun

Fungsi sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga sel-sel dalam tubuh dari serangan virus dan bakteri. Namun, sistem imun ini malah secara tidak sengaja menyerang sel tubuh sehat. Pasalnya, sel imun menganggap sel tubuh sehat sebagai sel asing dari luar tubuh sehingga menyerangnya.

Setidaknya ada lebih dari 100 penyakit autoimun yang bisa saja muncul. Sayangnya, gejala yang muncul cenderung mirip sehingga sulit untuk menentukan penyakit mana yang diidap oleh pasien. Nantinya, penyakit autoimun bisa mempengaruhi jenis jaringan dan organ-organ tubuh lainnya.

Secara spesifik, gangguan autoimun ini belum diketahui alasan sistem kekebalan tubuh menyerang sel lain. Sistem kekebalan tubuh seolah-olah tidak tahu atau tidak bisa membedakan lagi mana sel sehat dan mana zat dari luar tubuh yang bisa merusak.

Penyebab Gangguan Autoimun

Penyebab pasti penyakit autoimun belum diketahui secara pasti. Namun, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risikonya. Berikut sejumlah faktor penyebab yang bisa meningkatkan risiko autoimun:

1. Faktor keturunan
Autoimun bisa terjadi jika salah satu atau dua orang orang tua mengalami gangguan yang sama. Beberapa penyakit autoimun bahkan bisa menurun dari keluarga. Biarpun bukan serta-merta orang akan memiliki autoimun dari keturunan, mereka yang memiliki keluarga pengidap autoimun cukup rentan mengalami hal yang sama.

2. Jenis kelamin perempuan
Perempuan lebih rentan terhadap autoimun dibanding laki-laki. Menurut sebuah data, sekitar 78 persen dari penderita autoimun adalah perempuan. Terlebih lagi, faktor gejalanya bisa muncul antara usia 15—44 tahun.

3. Kebiasaan merokok
Rokok bisa meningkatkan banyak risiko penyakit, termasuk salah satunya autoimun. Mereka yang memiliki kebiasaan merokok memperbesar risiko terkena autoimun.

4. Kelebihan berat badan
Hal serupa juga bisa dirasakan oleh mereka yang kelebihan berat badan. Risiko terkena penyakit autoimun pun akan sangat besar. Terlebih lagi, banyak penyakit yang bisa muncul dari kondisi kelebihan berat badan.

5. Paparan zat kimia
Zat kimia juga bisa jadi salah satu penyebab munculnya gangguan autoimun. Risiko ini akan lebih besar untuk mereka yang aktivitasnya dekat dengan paparan zat kimia.

6. Perubahan hormon tubuh
Hormon dalam tubuh bisa berubah dalam sejumlah kondisi. Perempuan yang menjalani proses kehamilan dan persalinan memiliki banyak hormon yang berubah. Selain itu, mereka yang memasuki menopause juga cukup rentan terkena gangguan autoimun.

7. Infeksi
Infeksi virus atau bakteri tertentu juga dapat memicu timbulnya autoimun pada seseorang, walaupun infeksi tersebut sudah teratasi.

Gejala yang muncul bisa sangat umum. Namun, bisa dirasakan pada beberapa bagian tubuh. Berikut gejala autoimun yang bisa muncul:

1. Sendi dan otot

  • Nyeri sendi yang berpindah-pindah
  • Kaku dan sulit digerakkan
  • Otot lemah

2. Saluran pencernaan

  • Kembung
  • Susah buang air besar
  • Mual
  • Sakit perut
  • Refluks asam
  • Sensitif pada makanan tertentu
  • Terdapat darah atau lendir di tinja

3. Kulit dan rambut

  • Gatal
  • Ruam
  • Kulit kering
  • Rambut rontok
  • Kebotakan yang tidak merata

4. Sistem saraf

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Rasa cemas berlebih
  • Gangguan tidur
  • Penglihatan kabur
  • Gangguan memori
  • Mati rasa dan kesemutan

4. Gejala lain

  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri dada
  • Kelenjar bengkak
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur

Kapan Perlu Datang ke Dokter?

Gejala dari gangguan ini bisa muncul kapan saja. Namun, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter saat gejala yang muncul sudah lebih dari satu minggu. Dokter akan mulai mendiagnosis penyakit autoimun dengan mengecek gejala yang muncul dalam beberapa waktu.

Dokter akan melakukan berbagai macam tes untuk mengetahui penyakit autoimun secara spesifik. Beberapa tes yang akan dilakukan adalah tes autoantibodi, tes antinuclear antibody (ANA), tes darah lengkap, tes C-Reactive protein, tes sedimentasi eritrosit.

Apabila diperlukan, dokter akan memberikan beberapa obat untuk meredakan gejala yang muncul. Disarankan juga untuk melakukan terapi khusus yang sesuai dengan gejala yang ada.

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo