close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Artikel Kesehatan

Mengenal Imunodefisiensi Atau Gangguan Pada Sistem Imun Tubuh

Sistem kekebalan tubuh yang terganggu dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. Tubuh tidak mampu melawan virus dan bakteri sehingga seseorang menjadi mudah terkena penyakit. Kondisi ini disebut gangguan imunodefisiensi. Meskipun tidak mematikan, gangguan sistem imun ini perlu penanganan yang tepat.

Imunodefisiensi bisa disebabkan oleh beberapa hal dan seseorang bisa mengidap imunodefisiensi baik  sejak lahir maupun di kemudian hari. Berikut ini penjelasan mengenai imunodefisiensi mulai dari penyebab hingga pengobatan dan pencegahannya.

Apa Itu Imunodefisiensi?

Gangguan imunodefisiensi adalah kondisi ketika tubuh Anda tidak mampu melawan infeksi dan penyakit. Ini karena sistem imun tubuh Anda melemah atau terganggu. Gangguan ini membuat Anda rentan terkena infeksi virus, bakteri, dan jamurvirus dan infeksi bakteri. 

Sistem kekebalan tubuh mencakup organ-organ seperti kelenjar getah bening, sumsum tulang, limpa, dan amandel. Organ-organ ini memproses dan melepaskan limfosit, yaitu sel darah putih yang diklasifikasikan sebagai sel B dan sel T.

Sel B dan T melawan zat asing yang membawadisebut antigen, seperti bakteri, virus, sel kanker, dan parasit. Imunodefisiensi mengganggu kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri dan melawan terhadap antigen ini.

Imunodefisiensi terbagi dua:

  • Imunodefisiensi primer adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang didapat seseorang sejak lahir atau kelainan bawaan karena riwayat kesehatan keluarga atau perubahan genetik.
  • Imunodefisiensi sekunder adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang diidap seseorang di kemudian hari karena faktor lingkungan tertentu. Imunodefisiensi sekunder lebih umum daripada yang primer.

Sejauh ini peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 300 bentuk gangguan imunodefisiensi primer. Beberapa bentuk sangat ringan hingga tidak disadari sampai dewasa. Namun, ada bentuk lainnya yang cukup parah sehingga dapat terdeteksi segera setelah bayi lahir.

Gejala Imunodefisiensi

Setiap bentuk imunodefisiensi memiliki gejala unik yang bisa akut (mendadak dan jangka pendek) atau kronis (terjadi dalam jangka panjang), dan gejalanya bisa berbeda setiap orang. Seseorang yang mengidap imunodefisiensi cenderung mengalami infeksi yang lebih sering, lebih lama, dan mengalami infeksi yang kemungkinan besar tidak akan dialami oleh seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat.

imunodefisiensi adalah

Secara umum, gejala imunodefisiensi adalah:

  • Oneumonia yang sering dan berulang, bronkitis, infeksi sinus, infeksi telinga, meningitis, infeksi kulit
  • Peradangan organ dalam
  • Gangguan darah, seperti jumlah trombosit yang rendah atau anemia
  • Konjungtivitiskonjungtivis (pink eye)
  • Penyakit gusi kronis (gingivitis)
  • Infeksi jamur
  • Pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang lambat
  • Masalah pencernaan, seperti hilang nafsu makan, mual, diare
  • Gangguan autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis atau diabetes tipe 1

Penyebab Imunodefisiensi

Penyebab paling banyak dari imunodefisiensi primer adalah faktor keturunan, yang diturunkan dari salah satu atau kedua orangtua. Satu-satunya faktor risiko dari gangguan ini adalah memiliki anggota keluarga dengan riwayat imunodefisiensi primer. Jika Anda mengidap imunodefisiensi primer dan berencana memiliki keturunan, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau konseling genetik.

Sementara imunodefisiensi sekunder dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

  • Penyakit kronis seperti diabetes atau kanker
  • Luka bakar parah
  • Infeksi HIV yang menyebabkan AIDS
  • Leukemialeukimia, yaitu kanker yang dimulai dari sel sumsum tulang yang menyebabkan hipogammaglobulinemia, sejenis imunodefisiensi sekunder
  • Malnutrisi atau gizi buruk, yang memengaruhi hingga 50 persen populasi di negara-negara terbelakang dan membuat orang rentan terhadap infeksi saluran penapasan dan diare

Selain gangguan kesehatan, penyebab lain dari imunodefisiensi sekunder adalah:

  • Faktor usia. Penuaan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Seiring bertambahnya usia, beberapa organ yang memproduksi atau memproses sel darah putih menyusut dan menjadi kurang efisien.
  • Efek samping obat kanker dan metode pengobatan seperti kemoterapi juga dapat menjadi penyebab imunodefisiensi sekunder. 
  • Kekurangan protein. Protein sangat penting untuk kekebalan tubuh. Tubuh juga memproduksi protein saat Anda tidur yang membantu tubuh melawan infeksi. Karena alasan ini, kurang tidur dapat mengurangi kekebalan tubuh Anda.

Pengobatan Imunodefisiensi 

Pengobatan imunodefisiensi berkisar pada pencegahan infeksi, mengobati infeksi, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. 

Antibiotik dan terapi imunoglobulin adalah dua pengobatan yang sering digunakan. Obat antivirus seperti oseltamivir dan acyclovir atau obat interferon kadang-kadang juga digunakan dalam pengobatan. Transplantasi sumsum tulang mungkin dilakukan jika sumsum tulang Anda tidak cukup memproduksi limfosit.

Pencegahan Imunodefisiensi

Imunodefisiensi primer dapat dikontrol dan diredakan gejalanya dengan obat-obatan, tetapi tidak dapat dicegah. Karena disebabkan oleh perubahan genetik, tidak ada cara untuk mencegahnya. Ketika Anda atau anak Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, Anda dapat mengambil langkah-langkah berikut ini untuk mencegah infeksi:

  • Praktikkan pola hidup bersih. Cuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.
  • Jaga kebersihan gigi. Sikat gigi Anda setidaknya dua kali sehari.
  • Makan-makanan yang sehat dan dan seimbang dapat membantu mencegah infeksi.
  • Aktif secara fisik karena berolahraga penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. 
  • Tidur yang cukup. Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, dan dapatkan jumlah jam tidur yang sama setiap malam.
  • Kelola stres. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres dapat menghambat sistem kekebalan tubuh. Jauhkan stres dengan pijat, meditasi, yoga, atau melakukan hobi. 
  • Hindari atau jauhi orang-orang yang sedang pilek atau infeksi lainnya dan hindari keramaian.

Sementara faktor risiko imunodefisiensi dapat diturunkan dengan perubahan gaya hidup. Misalnya, Anda dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 dengan mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan aktivitas fisik yang memadai.

Tidur sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Menurut Centers for Disease Control dan Prevention (CDC), kurang tidur yang berkepanjangan tidak hanya dapat menyebabkan berbagai kondisi kronis, tetapi juga dapat melemahkan kemampuan tubuh Anda untuk melawan infeksi.

  • Healthline. https://www.healthline.com/health/immunodeficiency-disorders#diagnosis
    Diakses pada 29 September 2022
  • Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/primary-immunodeficiency/symptoms-causes/syc-20376905
    Diakses pada 29 September 2022
  • Web MD. https://www.webmd.com/hiv-aids/hiv-aids-resources-index
    Diakses pada 29 September 2022
close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo